RSS

binary

18 Nov

Berhenti, kursor yang berkedip perlahan hanya ditatap seadanya yang seakan ikut sabar menunggu untuk menerima masukan dari si pengguna. Si pengguna hanya diam, dengan pikiran seakan-akan menembus batas nyata LCD laptopnya. Diam, hampa, bahkan tidak ada satu suara pun yang menemaninya.

Lalu perlahan pandangannya tampak berbeda, sedikit buram, kemudian jernih karena penyebab buram sudah turun tanpa sengaja. “Mungkin itu yang namanya air mata”, pikir si LCD. “Menjauhlah, jangan sampai kena aku”, doa si keyboard diam-diam. Lalu si pengguna menunduk, terisak dan menelungkupkan wajahnya, berhenti menatap kami, si LCD, kursor, keyboard, dan periferal sekitarnya yang ikut diam. Mencoba mendeteksi si pengguna. Mereka hanya tau 0 dan 1, sulit mendeteksi area abu-abu si pengguna.

Lalu perlahan si kursor mulai gembira karena bisa bergerak lain selain kedip sederhana tadi. Lalu gembira berubah menjadi sedih, entah apa yang merasuki si kursor, seakan mulai mengerti area abu-abu yang sekarang dimengerti kursor.
“Dia sedang sedih, kasihan, seharusnya ada orang yang menghiburnya, mengembalikan keceriaannya, mengerti dirinya dan membuatnya kembali tertawa tanpa beban. Dia hanya ingin merasa dibutuhkan, seperti kita tadi yang menunggu dibutuhkan olehnya”, si kursor bercerita kepada teman-temannya. Mereka membentuk titik dua kurung buka dengan kode ASCII yang mereka mengerti. Masih menatap si pengguna yang perlahan mencoba mengembalikan emosinya dengan membuka dokumen-dokumen terdahulu, si cache harus menghubungi memory dan ternyata memory saja tidak bisa bekerja sendiri, dokumen lama, entah dimana, “eh harddisk cobalah dicek!” ujar memory emosional. Si harddisk bergerak cepat, hingga akhirnya si pengguna berhasil membuka ‘memory’. Semua terdiam, menunggu si pengguna berreaksi. Lalu ada senyum. Semua lega. Namun senyum itu tidak lama, tidak apa, yang penting dia sudah tersenyum, setidaknya sudah bisa memikirkan bentuk lain. Dan mereka pun bekerja sama membentuk titik dua kurung tutup. Bergembira sejenak atas senyum yang mereka lihat.

Terkadang hanya perlu dimengerti secara searah dan tidak perlu menyeluruh, seperti mereka yang merasa cukup dengan melihat penggunanya tersenyum lagi. Itu saja dulu, cukup, karena jika senyum itu di-looping tentu lama-kelamaan akan membentuk kebahagiaan. Sulitkah membuat seseorang tersenyum, sedikit saja. Kalau memang iya, jangan diteruskan untuk tidak lagi bisa membuatnya tersenyum. Beranilah untuk tidak lagi melakukan hibernate, mungkin sudah saatnya memilih shut down?!

Posted with WordPress for BlackBerry.

 
Leave a comment

Posted by on November 18, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: