RSS

Lalu bertemu..

27 Oct

Ah Bogor..masih begini saja, banyak angkot dan macet.
Aku memilih kembali kesini, menjadikan Bogor pilihanku, meneruskan cita yang tertunda. Kampus IPB tidak banyak berubah, tetap unik jika hujan kapuk tiba. Aku tersenyum.
Dan seharusnya aku tidak lupa satu hal, Bogor si kota hujan. Tiba-tiba saja hujan datang, rintiknya semakin deras. Mengaduk isi tas berharap payung muncul tiba-tiba didalamnya. Berlari menuju halte bis. Semakin deras. Kebasahan.
“Seharusnya aku galupa bawa payung” ujarku sendiri, sambil mengangin-angini baju agar tidak lepek. Menatap sekitar..dan..terhenti pada sosok disampingku, sedang diam tampak terkejut, atau masih terkejut?!.
“Bagas?!” Sapaku.
“Yuri?!”
Kami diam, saling tatap, mungkin sibuk dengan kenangan masing-masing.
“Apa kabar?”
“Baik, kamu?”
“Sama, baik juga” Ujarku sambil mencoba tersenyum. “Sedang di Bogor?!”
“Sudah kembali menetap di Bogor” dia tersenyum.
“Syukurlah”
Lalu kembali hening.
“Bis kamu datang”
“Oh iya..” Ujarku sambil menoleh ke arah lain “duluan ya” kuanggukan kepala tanda pamit.
“Hati-hati” ujarnya masih dengan tersenyum simpul.

Kulambaikan tangan dari balik jendela bis yang berembun. Dia membalas.

Empat tahun sudah, dan senyum itu masih sama, masih meneduhkan. Empat tahun bukan waktu yang singkat, lalu kenapa terasa kembali rasa yang sama. Empat tahun tanpa sapa tanpa pula mencari tau kabarnya. Hujan mendukungku mengingat yang lalu. Aku terdiam, lalu menyeka airmataku.

 
Leave a comment

Posted by on October 27, 2012 in Fiksi, Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s