RSS

dingin

21 Aug

Malam ini dingin, sama seperti beberapa malam sebelumnya. Malam yang sudah aku pilih agar menjadi lebih dingin dari biasanya. Ah ternyata tidak semudah yang aku bayangkan. Perihal melepas genggaman. Menikmati hari sendiri. Berkutat dengan rutinitas, bacaan baru, pikiran baru. Tapi lantas rasa itu datang lagi. Rasa ingin berbagi, rasa ingin kembali menggenggam. Diam. Hanya bisa menatap ke luar jendela. Di luar sudah sepi, sama seperti rasa yang ada malam ini.

“Ada kekurangan yang ga bisa di terima.” Ucapku kala itu.

Lalu kami diam. Dan aku tau, ada yang salah dengan perkataanku. Entah terlalu frontal, menuntut, tidak berprasaan, atau entah apa. Aku hanya ingin 1 atau 0, cukup. Tapi yang aku rasa sekarang 0,5. Apa aku harus memutuskan sendiri, atau perlu dibicarakan lagi. Bagaimana membicarakannya lagi? Sejak saat itu pun kamu seperti diam. Diam. Diam. Dan hanya diam. Semua kembali kaku dan seadanya.

“Aku pergi, lain waktu mungkin kita bisa bertemu lagi.” Ucapmu beberapa waktu kemudian.

Lalu aku yang hanya bisa diam. Tersenyum perlahan dan menyadari bahwa tidak ada lagi yang bisa digenggam kembali.

 
Leave a comment

Posted by on August 21, 2012 in Fiksi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s